RSS

ARTI TANDA MERAH DI DAHI WANITA INDIA

08 Agu

Pada umumnya para wanita India pada dahinya, di bagian tengah antara kedua matannya terpasang tanda merah yang dalam bahasa setempat tanda merah tersebut di namai ‘bindi’.

Dalam sebuah pepatah India kuno, di katakan bahwa wanita yang menggunakan ‘bindi’ di dahinya seribu kali lebih cantik di bandingkan dengan yang tidak, hal ini – tentunya – jika di lihat dari mata bathin.  Bindi, ”mata ketiga”  khas India, merupakan simbol darah pengorbanan wanita India.

Namun pada dasarnya, tidak mesti semua wanita atau gadis India boleh dan sekaligus bersedia memakai bindi, dan mereka pasti terlebih dahulu berfikir 10 kali untuk memberinya.. Mengapa ? Bindi, disamping merupakan lambang pengorbanan, juga merupakan ikrar kesucian seorang wanita kepada orang yang di kasihinya hingga hembusan dan tetes darah terakhir. Dengan demikian maka tidak berarti semua wanita India , termasuk para wanita yang biasa beradegan di layar lebar dengan pesona bindi di dahinya, adalah bindi yang sebenarnya. Atau bisa jadi – mungkin – sebagian dari mereka yang tidak boleh atau yang takut untuk memberi bindi.

Pada awalnya bindi hanya merupakan sebuah simbol, dengan warna dan bentuknya tidak beragam seperti sekarang ini. Bindi terambil dari bahasa sansekerta ”bindu” yang berarti ”tetesan’‘. Bindi merupakan simbol dari ‘mata ketiga’  yang bersifat spritual yang di sebut dengan ”ajna chakra” yang diyakini sebagai syarat utama dari tubuh manusia

Warna merah  yang selalu pada bindi, karena orang Hindu percaya kalau itu melambangkan ‘shakti’ ( dewa kekuatan), dan warna merah juga di percaya oleh masyarakat India kuno, sebagai praktek pengorbanan dasar  untuk memuja para dewa, terutama dewa shakti, juga merupakan simbol cinta.

pada jaman India kuno, calon pengantin pria memasangkan darahnya pada dahi sang calon isteri sebagai tanda perkawinan. Pada saat itu, bindi bindi bebentuk seperti daun. Pada masyarakat India Utara, bindi adalah tanda atau status simbul seorang gadis yang sudah menikah. Sementara di India Selatan, bindi hanya digunaklan oleh para gadis. Namun ketika seorang wanita di tinggal mati oleh suaminya, atau telah menjadi janda, simbol itu tidak boleh lagi di pakai. Bindi memang menjadi ciri khas India, tetapi sebenarnya bindi hanya di gunakan oleh umat Hindu saja. (bersambung)

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 8, 2011 in Uncategorized

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: