RSS

Gadis Cantik Durhaka Berubah Jadi Binatang

30 Jul

Apabila Allah SWT yang telah kita pahami sebagai Dzat Yang Maha Kuasa, Yang Maha Adil dan Maha Segalanya, berkehendak, apapun bisa terjadi. Mengubah siapapun dapat berubah dan ‘menjadi’ apa dan siapa yang berbeda. Berupaya untuk tidak secuil pun dalam hati dan pikiran terbesit rasa dan pikiran meremehkan ke Maha Kuasa-NYa.”

     Umi Syahdiyah, warga Oman dalam keluarganya dikenal sebagai golongan yang cukup taat beribadah. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh perempuan ini yaitu membaca al-qur’an di ruang tengah rumahnya setiap selesai melaksanakan shalat maghrib. Kebiasaan  membaca al-qur’qn itu dilakukan oleh Umi Syahdiyah sejak ia masih gadis hingga memiliki anak dan cucu.

     Dilingkungan perkampungannya Umi Syahdiyah dikenal sebagai perempuan yang taat. Dan kebiasaan membaca al-qur’an setiap usai shalat itu tidak hanya dilakukan oleh sang Umi saja melainkan juga diikuti sang putrinya yang manis, yaitu Salwa. Tapi iblis adalah tetap iblis dalam posisinya sebagai musuh pertama dan utama manusia selamanya tidak akan pernah rela dan membiarkan manusia berbuat dan melakukan kebaikan-kebaikan. Seperti yang terjadi pada diri Salwa yang semula berkepribadian lembut, penurut dan taat dalam beribadah sebagaimana Uminya, lalu tanpa diduga, karena sebab acara yang harus ditonton di televisi, dapat mengubah polah tingkahnya mewujud menjadi gadis manis yang durhaka.

Kronologi

     Seperti kebiasaan yang telah biasa dilakukan oleh Umi Syahdiyah dengan putrinya Salwa, membaca al-qur’an setiap usai melaksanakan shalat berjamaah di rumahnya. Tidak sebagaimana biasanya, kali ini Salwa usai melaksanakan shalat langsung bergegas ke ruang tengah dan menyaksikan acara yang sedang berlangsung di televisi, sedangkan Umi Syahdiyah, masih dalam pakain lengkap shalat mengambil al-qur’an dan kemudian duduk di dekat Salwa yang sedang asyik dengan acara di televisi. Umi Syahdiyah pun sebenarnya cukup toleran melihat putrinya yang sedang mabuk dengan salah satu acara teve Negeri Oman, sehingga sang volume suara umi Syahdiyah dalam melantunkan ayat-ayat alqur’an pun dilirihkan.

Salwa Berubah Binatang

     Kalau iblis bersama-sama para prajuritnya sedang beraksi menyerang dengan jurus-jurus kelicikan dan tipu dayanya telah mengelilingi akal dan hati Salwa, sikap toleransi yang ditunjukkan Umi Syahdiyah dengan suara yang cukup lirih dalam membaca ayat-ayat al-qur’an pun tidak bermakna dan dirasakan oleh Salwa sebagai suara yang tetap mengusik dan menggangu keasyikannya dalam menikmati acara teve. Karena Salwa merasa terusik, akhirnya ia bangkit dari duduknya dan mendekat ke ibunya, lalu mengambil al-qur’an dari pangkuan ibunya dengan wajah beringas membantingnya ke lantai. Kejadian ini membuat Umi Syahdiyah tertegun, terperangah, dan terbesit dalam hatinya tidak percaya kalau sikap itu adalah  dari Salwa, melainkan  karena ada peran iblis yang menyusup mempengaruhinya. Sekalipun demikian, Umi tetap sebagai ibu yang bijak, ia lalu mengambil al-qur’an yang berserakan di lantai karena ulah Salwa yang beringas membabi buta. Berawal dari kejadian ini, lalu secara pelan-pelan ada perubahan dalam tubuh Salwa. Tubuh Salwa yang sebelumnya tinggi semampai, di amati oleh sang ibu berubah memendek dan membungkuk. Tidak itu saja, melainkan wajahnya pun ikut berubah. Menggelepar di lantai. Wajahnya mirip dengan kanguru, sedangkan kaki dan tangannya mirip dengan kera atau sipangsih. (disadur kembali dari ”Religi” ed. perdana,okt. 2005)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 30, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: